j0m klik2

Tuesday, 16 August 2011

- seronok -

as salam...
hihihi....hari ni...sggh seronok...
tak leh nak kata apa dah
penantian selama 4hari....
sudah terjawappp

hihihi

- thanks - 

 bunga utk kamu

Friday, 12 August 2011

- Ingat…10 Karakter Muslim/Muslimah Sejati -

Karakter ini merupakan perkara pertama terbentuknya masyarakat islam mahupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.
Kesepuluh karakter itu adalah :
Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.

Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah keperibadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahawa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Allah SWT.
Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa teguh dan tidak mahu bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimumkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga pengaruh baik pada dirinya ataupun orang lain.
Haritsun ‘ala waqtihi, Berkesan dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. kerana waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.
Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggungjawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan diperlukan. Kehadirannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.

AMin :)



Thursday, 11 August 2011

- khas untuk calon SUAMIKU -

Assalamualaikum

Untuk Calon Suamiku…..
Bila Allah mengizinkan kita bertemu kelak . . .
Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .
*********
Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengurniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)
                                                                           ***********
Sedarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.
Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orang tua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, 

                                                                  Duhai calon suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai isteri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap isteri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap isteri-isterinya.


Duhai Calon Suamiku…
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Ku doakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.
Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putera-puterimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putera-puteri kita dan bertakwa kepada Allah.




Ya Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Engkau-lah yang telah menentukan hatiku jatuh pada lelaki ini,
jadikanlah cinta ku pada calon suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta nafsu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap syurga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian terkapai-kapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal ‘alamin.


Ya Allah...dialah yang aku cintai...
Ya Allah...dialah yang aku rindukan..
Ya Allah...dialah yang akan aku tunggu selama ini...
Ya Allah...dialah yang akan menjadi imam solatku...
Ya Allah...dialah yang akan menjadi bapa kepada anak-anak kami
Ya Allah...dialah pelindungku....
Ya Allah.dialah yang akan menjagaku...
Ya Allah ..dialah yang akan ku kasihi sepanjang hayatku...
Ya Allah...dialah yang akan ku setia sehingga akhir hidupku...
Ya Allah...dialah yang aku akan berkhidmat selagi masih boleh bernafas..
Ya Allah...sesungguhnya hambamu ini inginkan kebahagian..kebahagian di dunia dan di akhirat...semoga aku dan dia sentiasa bersama setiap kali waktu susah dan senang....semoga aku menjadi wanita terakhir buatnya....suka duka dilalui dengan penuh kesabaran untuk mencapai keredhaan dariMu Ya Allah.....

Aminnn...



Monday, 8 August 2011

- HAYATILAH-Kisah ketika Tuhan menciptakan Wanita (Khas utk para wanita) -

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
 “Mengapa begitu lama menciptakan wanita, ya Tuhan?"

Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat secara terperinci segala apa yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga ramai anak dalam satu masa, punya pelukan yang dapat menyembuhkan tangisan & kesedihan dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dengan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!

Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan boleh bekerja selama 18 jam sehari“.

Malaikat mendekati dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita kelihatan begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”

Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”

“Untuk apa?“, tanya malaikat.

Tuhan menerangkan lagi,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kesedihan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesonakan lelaki. Ini adalah antara kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih daripada lelakia, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahawa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka."

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”



- rasa rindu -

salam semua....
apo kabar???
erm....xde benda nk update...
just nk cakap..
aku .... jeng..jeng...tak leh cakap...rahsia...hahaha

jangan marah na~~~~

:p

 hahaha...besar nya gambo

Thursday, 4 August 2011

- TANGISAN YANG MEMBAWA KEREDAAN -



Setiap manusia dikurniakan kemampuan untuk menangis. Manusia pasti menangis dalam hidupnya dan ia berlaku keana pelbagai sebab dan punca. Ada yang memnangis kerana terlalu sedih dan ada pula yang menangis kerana terlalu gembira.

Imam al-Nawawi dalam kitabnya Riyad al-Salihin telah mengkhususkan satu bab khas untuk ''Kelebihan Menangis kerana Takut dan Rindu kepada Allah''. Beliau membuka bab ini dengan dua ayat al-Quran iaitu ayat 109 daripada surah al-Isra' yang bermaksud: ''Dan mereka menundukkan kepala lalu menangis. Maka itu menambah khusyuk pada diri mereka." Ayat kedua ialah ayat 59 dan 60 daripada surah al-Najm yang bermaksud: "Apakah dengan mendengar al-Quran ini mereka hairan? Lalu mereka ketawa dan tidak menangis?" Terdapat banyak lagi ayat-ayat lain yang menyentuh mengenai kelebihan tangisan kerana takutkan Allah s.w.t

Seterusnya Imam al-Nawawi menyebutkan sejumlah 11 buah hadis berkaitan tangisan  yang diredhai oleh Allah s.w.t. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, diceritakan oleh seorang sahabat Nabi, Abdullah bin Mas'ud. Beliau menceritakan, suatu hari Rasulullah s.a.w datangkepadanya dan menyuruh beliau membacakan ayat-ayat al-Quran. Abdullah bin Mas'ud  kehairanan lalu berkata: "Wahai Rasulullah, adakah aku perlu membacakannya untukmu sedangkan al-Quran itu diturunkan kepadamu?''

Maka Rasulullah s.a.w membalas: "Sesungguhnya aku suka mendengarnya daripada orang selainku.'' Maka beliau membacakan untuk Rasulullah s.a.w beberapa ayat daripada surah al-Nisa'. Apabila sampai kepada ayat 41 yang bermaksud: ''Maka bagaimanakah keadaannya apabila Kami mendatangkan daripada setiap umat itu ( di akhirat) dengan seorang saksi dan Kami membawamu (wahai Muhammad) sebagai saksi kepada mereka semua'', maka ketika itu Rasulullah s.a.w bersabda kepada Abdullah bin Mas'ud: ''Cukuplah setakat ini.''

Lantas Abdullah bin Mas'ud berpaling ke arah Rasulullah s.a.w lalu kelihatan air mata suci baginda mengalir menangisi dan menghayati ayat tersebut. Begitulah tangisan kerana mengenangkan keadaan di akhirat. Subhanallah! Alangkah sucinya air mata itu! 

Imam al-Nawawi juga membawa hadia lain yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan muslim berkaitan dengan khutbah yang disampaikan oleh Rasulullah s.a.w. Antara sabda Baginda dalam khutbahnya itu:"Kalaulah kamu semua mengetahui apa yang aku tahu,pasti sedikit ketawamu dan banyak tangisanmu.''

Maka ketika itu, Anas Bin Malik (salah seorang sahabat dan pembantu Nabi) berkata: ''Para sahabat ketika itu telah menutup wajah mereka dan menangis teresak-esak." Begitu sekali kefahaman para sahabat dalam menghayati pesanan tersirat daripada Junjungan Besar Nabi Muhammad s.a.w. Bolehkah kita mencontohi mereka?

Sebuah lagi ialah hadis yang masyhur dan diketahui ramai, juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Dalam hadis ini Baginda s.a.w. telah menceritakan tentang tujuh golongan yang bakal mendapat naungan Allah s.w.t di akhirat kelak. Bermula daripada pemimpin yang adil, orang muda yang membesar dalam ketaatan pada Allah, seseorang yang sentiasa terpaut hatinya kepada masjid, dua insan yang berkasih kerana Allah s.w.t, seorang lelaki yang menolak maksiat sehinggalah kepada seorang lelaki yang ikhlas dalam memberikan sedekah. Namun apa yang juga menarik perhatian ialah golongan yang ketujuh iaitu sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud: "Seseorang yang mengingati Allah s.w.t. seorang diri lantas mengalir air matanya.'' Inilah orang yang begitu ikhlas mengingati Allah s.w.t dengan segala kurniaan-Nya, lalu dia insafi pula segala kekurangan dirinya dalam mensyukuri nikmat itu, lalu mengalir air matanya kerana pelbagai emosi: cinta, kasih, malu, dan takut kepada Allah s.w.t

Mampukah kita sampai ke tahap itu?
Dalam sebuah hadis yang disebutkan oleh Imam al-Nawawi dalam bab ini,yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan al-Tarmizi, adalah mengenai keadaan Nabi s.a.w. ketika sedang solat. Menurut Anas bin Malik, beliau telah datang pada satu ketika sedang Rasulullah solat sunat dan Anas mendapati Baginda sedang menangis!

Begitulah pengamatan dan penghayatan Baginda s.a.w terhadap ayat-ayat yang dibacanya ketika dalam solat. Jauh sekali bezanya dengan kita yang ada kalanya tidak faham apa yang dibaca, malah terkadang kita memahaminya tetapi kita tidak pula menghayati maksudnya!

Kita berdoa untuk diri kita semua semoga kita dikurniakan nikmat yang tidak terhingga ini - nikmat tangisan kerana mengingati Allah s.w.t, takut dan cinta serta kasih kepdaNya. Sesungguhnya tangisan sebegini tidak sia-sia dan tidak terbuang begitu sahaja. Tangisan inilah yang menyelamatkan kita di dunia ini malah ia sudah pasti ada harganya di negeri yang kekal abadi, akhirat tempat kembali.

- sama-samalah kita merenungi sejauh mana tahap kita dalam menghayati siapa kita dihadapan Sang Pencipta - 



Wednesday, 3 August 2011

- RAMADHAN -

salam ramadhan semua..
apa pun...kita bertuah kerana masih lagi sempat bertemu dgn bulan paling mulia ini...masih lagi mampu beribadah dlm bulan ini.....jadi berebutlah mengejar pahala sebanyak mungkin dalam ramadhan ini...kerana kita tidak tahu.....adakah ini menjadi ramadhan yg terakhir buat kita.....

salam ramadhan buat semua muslimin dah muslimat 
 - may Allah always bless you -